Pada Jumat sore tanggal 7 November 2014, sebuah foto memperlihatkan pesawat Boeing 737-900ER milik Lion Air dengan horizontal stabilizer kanannya tertabrak oleh tangga, mulai bertebaran di internet.

PK-LFP tertabrak oleh tangga di Balikpapan.

Pesawat teridentifikasi sebagai PK-LFP yang menurut beberapa sumber belum lama ini baru mulai terbang lagi setelah melakukan maintenance/repair. Lokasi kejadian yang di identifikasi adalah bandara Balikpapan.

Foto kedua sore hari dengan close up kerusakan dan pesawat diparkir didepan terminal lama bandara Balikpapan.

Banyak netizen yang berteriak “yang dorong tangganya bakal potong gaji nih!” atau “bakal dipecat deh”, namun saya malah mulai melihat-lihat dan mencari-cari tanda² yang dapat menceritakan sedikit lebih banyak mengenai kejadian ini.

Pertanyaan yang langsung timbul adalah, “kenapa tangganya berada segitu jauh dari sisi terminal?” Tidak ada kebutuhan untuk menggerakkan tangga di belakang pesawat dari sisi kiri ke sisi kanan karena sisi kanan tidak digunakan untuk menaik-turunkan penumpang. Pemindahan tangga biasanya dilakukan dengan memindahkan antar parking stand melalui jalanan airside antara parking stand dan gedung terminal.

Yang kedua, melihat dari gambar² yang ada, sepertinya tangganya sedang bergerak cepat ketika menabrak. Ini artinya ada kemungkinan tangga sedang ditarik sebuah kendaraan pada saat kejadian. Pertanyaannya, apakah pengemudi kendaraan tersebut cukup terlatih dan diberi tahu (melalui briefing atau pelatihan) bahwa tangga cukup tinggi hingga bisa menabrak horizontal stabilizer pesawat? Kenapa dia melaju begitu dekat dengan posisi horizontal stabilizer?

Pertanyaan² ini adalah untuk bisa melihat chain of event kejadian untuk bisa menganalisa chain of error yang terjadi, untuk menjadi pertimbangan sebelum kita sembarang menghakimi orang lain.

Ingat, Safety tidak dibangun atas dasar ancaman atau intimidasi hukuman!