Federal Aviation Administration (FAA) har gjennomført tester som viser hvordan branner i lasterommet kan oppstå i forsendelser med litiumbatterier. *** Local Caption *** FAA batteribrann

Baterai Lithium sebagai cargo: Sudah dilarang, masih saja ada yang mencoba!

Sedang tersebar di media sosial dan WhatsApp beberapa group penerbangan, video dan foto kejadian 1 koli terbakar di gudang sebuah Regulated Agent cargo.

Kami laporkan bahwa sore ini sekitar pukul 17.10 wib telah terjadi incident 1 koli cargo berisi berbagai macam baterai HP jenis Lithium (untuk iPhone, Samsung dan Lenovo) mengeluarkan asap dan akhirnya meletup serta mengeluarkan api di gudang ***.

Kejadian setelah cargo tersebut melalui Xray. Pada PTI tertulis Paket Spare part.

Rencana cargo tersebut akan on board pada GA159/17Mar BTHCGK (status baru booking – rencana sampai dengan 150 koli).

Cargo milik PT *****. Saat ini agent shipper tsb sedang dimintai keterangan oleh pihak Polsek Hang Nadim. Dan cargo milik PT ****** saat ini dipending terlebih dahulu untuk proses investigasi oleh pihak Polsek Hang Nadim.

WhatsApp Image 2017-03-18 at 07.39.36

Saya sangat kaget mendengar kabar ini. Terlepas dari benar atau tidaknya penanganan kasus ini oleh staff gudang (mereka hanya diberitahu oleh pengirim, isinya “spare parts”), saya tidak bisa membayangkan kalau kejadian ini terjadi ketika pesawat dengan penumpang sudah mengudara. Kebakaran batere Lithium Ion tidak bisa dipadamkan dengan disemprot, tetapi hanya bisa dipadamkan dengan mendinginkan sumber api. Awak kabin di beberapa airline dilatih untuk merendamkan ponsel yang sedang terbakar baterainya di ember atau kotak berisikan air. Sistim pemadam kebakaran di ruang bagasi/cargo pesawat, tidak bisa melakukan ini, sehingga bilamana apinya sudah menjadi “thermal runaway”, maka api tidak bisa padam dengan sendirinya.WhatsApp Image 2017-03-18 at 07.39.41

Yang lebih mengkhawatirkan adalah KENAPA KOLI INI BISA SAMPAI LOLOS/DITERIMA OLEH REGULATED AGENT? Pengangkutan baterai Lithium Ion sebagai cargo di pesawat penumpang telah DILARANG oleh ICAO sejak 1 April 2016.

Pengirim barang mengakunya barang yang dikirim adalah “spare parts,” dan ini membuat saya berpikir bahwa ada kemungkinan pengirim mencoba mengakali larangan ICAO tersebut. Namun, kasus ini membuktikan bahwa Regulated Agent masih bisa kecolongan (baik disengaja maupun tidak disengaja). Disini terlihat bahwa kemampuan screening barang-barang di tahap penerimaan di Regulated Agent masih butuh perbaikan dan peningkatan.

Bersyukurlah barangnya terbakar saat masih didarat dan bukan setelah pesawat mengudara.

Leave a Reply