Artikel Video:

OK, saya harus jujur, akhir² ini saya mulai bosan bahkan muak dengan pesawat yang warnanya gitu² aja, dari yang badannya putih lah, sampai yang ekornya pun membosankan. Kenapa kok pesawat² sekarang makin banyak yang putih dan membosankan?

OY-A321

Logo dan livery Finnair yang bagus tetapi menjenuhkan. (Sumber: Alan Wilson/CC/FU)

Jawaban yang mudah sebenarnya hanyalah masalah uang dan waktu, dan juga dampak lingkungan hidup.

Ralph_Mauer

Head of A320 Paintshop – Airbus Hamburg, Ralph Mauer. (Sumber: Airbus)

Di akhir Mei 2016 pada acara Airbus Innovation Days di Hamburg Finkenwerder, Kepala Paintshop untuk Airbus A320 family di Hamburg, Raplh Mauer, membahas masalah2 dan dan solusi2 dalam pengecetan pesawat.

Tantangan bagi pengecetan desain kompleks di ekor pesawat
LAX_International_Line-up_2

Ekor pesawat sebagai identitas visual/pengenal (Sumber: Alan Wilson/CC/FU)

Mari kita bahas bagian pesawat yang digunakan untuk identitas visual oleh maskapai yaitu ekor. Untuk desain visual yang kompleks untuk ekor pesawat, ada 3 metode yang digunakan selama ini:

  1. Stiker (contoh: Frontier Airlines)
  2. Airbrush (contoh: TransAsia Airways)
  3. Stensil (contoh American Airlines)
1. Stiker
MSN_6793_Frontier_A320_Paint_VTP_28

Pemasangan Stiker untuk A320 Frontier Airlines. (Sumber: Airbus)

Mari kita mulai dengan stiker, atau Adhesive Film. Stiker² disiapkan dalam beberapa bagian lalu dipasang dan ditempel seperti puzzle lalu diberi lapisan pelindung diatasnya. Frontier Airlines adalah salah satu pengguna utama metode stiker dengan memasang foto² satwa liar di ekornya. Tema ini memang cocok sekali dengan lokasi hub Frontier Airlines di Denver yang berada di pegunungan Rocky yang identik dengan satwa liar, dan efek dari branding ini cukup jauh, kalau lagi musim libur keluarga anak2 di Amerika Serikat banyak yang bilang ke orang tuanya, “maunya naik pesawat burung hantu atau pesawat beruang!”

JA102A-Medium

Stiker berupa “Panoramic Film Japan” di A321 All Nippon Airlines (Sumber: Contri/CC/FU)

Selain di ekor, penggunaan stiker secara ekstensif juga bisa digunakan di badan pesawat seperti di A321 All Nippon Airlines (atas) dan Austrian Airlines (bawah).

AustrianA321

Stiker berupa foto anak-anak di A321 Austrian Airlines

Keunggulan dari penggunaan stiker adalah kebebasan dalam design dan penerapannya yang bisa diulang ulang, namun sisi jeleknya adalah mahalnya bahan stiker tersebut. Bahan stiker untuk 1 ekor A320 itu biayanya sama dengan harga 1 mobil yang sangat mahal. Selain itu daya tahan materinya pun juga cukup rendah, dan ini mengakibatkan banyak airline yang tidak suka atau berpengalaman buruk menggunakan stiker. Kalau sebagian stikernya terkelupas, bisa² anda harus ganti 1 panel stikernya.

2. Airbrush

Airbrush juga memungkinkan penerapan design yang sangat kompleks baik dengan blending maupun layering. Coba kita lihat ekor Airbus A321 milik Trans Asia Airways ini, dengan gradasi warna di naganya dan piringan emasnya.

A321-Transasia-Airways-in-FAL

Ekor A321 TransAsia Airways yang di cat menggukan airbush. (Sumber: Airbus)

Masalah dari menggunakan airbrush untuk desain yang kompleks adalah penggunaan layer yang banyak dan anda juga harus mengerjakannya dan menunggu cetnya kering untuk setiap layer. Artinya, proses ini memakan waktu yang cukup lama. Mengecet dua sisi ekor A320 untuk Trans Asia Airways saja memakan waktu 9 hari.

Kendala lain adalah masalah konsistensi hasilnya. Untuk bikin sisi kiri dan sisi kanannya sama aja udah susah, apalagi kalau harus mengulanginya lagi, dan lagi, dan lagi, untuk jumlah armada yang besar, sudah pasti akan ada variasinya.

MSN152-Air-Asiana-Paintshop

Mengecat semprot badan pesawat. (Sumber: Airbus)

Untuk mengecet design yang sederhana menggunakan spray paint saja anda membutuhkan pekerja cet yang ahli supaya lapisan cetnya bisa merata tetapi masih tipis biar tidak terlalu berat. Untuk design yang kompleks menggunakan airbrush, tentunya anda perlu pekerja cet yang terbaik di industry. Masalahnya, kalau ahli airbrush tersebut lagi mau liburan pas anda membutuhkan pengecetan, ya berantakan lah jadwal anda, lalu kalau dia sakit setelah dari liburan, ancur lagi deh jadwal anda.

3. Stensil

Jika anda membutuhkan gradasi warna yang bagus yang bisa diterapkan secara konsisten, tahan lama dan tidak tergantung jadwal libur si ahli airbrush, anda bisa gunakan metode stensil. Mari lihat gradasi warna di A321 American Airlines ini. Keren kan?

MSN-5678-American-Airlines-FF-Still_Large

(Sumber: Airbus)

Sekarang kalau kita zoom-in, keliatan kan caranya gimana, yaitu gradasi warnanya  adalah hasil dari kombinasi variasi ukuran titik2 dan warna. Cara ini bisa dilakukan oleh setiap pekerja cet pesawat anda tanpa perlununggu si spesialis airbrush untuk pulang dari liburnya dan konsistensinya antar pesawat terjamin!

MSN-5678-American-Airlines-FF-zoom

Detail dari stensil yang digunakan American Airlines. (Sumber: Airbus)

Terus masalahnya dimana? Ini…

Stencil

(Sumber: Airbus)

Walau stensilnya bisa dipersiapkan dengan cepat menggunakan computer, anda masih butuh orang untuk ngebolongin lobang stensilnya satu per satu untuk setiap layernya, dan 1 layer bisa ada ribuan lubang. Ini jelas akan memakan waktu dan waktu adalah uang, jadi metode stensil ini masih saja mahal dan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, karakteristik metode stensil ini mirip dengan printer dot matrix, yaitu kemampuannya terbatas dan kalau anda maksa untuk menggunakan metode ini untuk design yang kompleks, biayanya bisa² tidak masuk akal. Inilah kenapa American Airlines, hanya menggunakan gradasi warna di bagian biru di ekornya.

Batas Metode² Tradisional

Jadi disini kelihatan batas dari kompleksitas design yang bisa diterapkan di ekor pesawat menggunakan metode tradisional. Kombinasi antara ekspektasi airlines dalam hasil design logo complex dengan meningkatnya volume produksi pesawat, cepat atau lambat, metode pengecetan ekor pesawat yang ada akan menjadi bottleneck proses produksi. Airbus A320 family saja akan diproduksi 60 pesawat sebulannya, kalau 1 ekor memakan waktu 9 hari yah… silahkan hitung sendiri…

DotMatrix_Colour

Printer Dot-Matrix Berwarna (Sumber: Corvair/CC/FU)

Anda ingat printer dot-matrix yang dulu meraja lela akhirnya diganti dengan apa? Mereka diganti dengan printer inkjet, lalu kenapa kita tidak ulangi aja metode itu untuk ekor pesawat?

Eh bentar bentar… Ink Jet printer? Iya… ya kita gedein laaah!

DirectPrint_VTP_04_small

A320 Vertical Tail Plane Direct Printer (Sumber: Airbus)

Direct Printing dan Ink Jet Printer Raksasa
DirectPrint_VTP_20_Zoom

(Sumber: Airbus)

Lihat aja ini, printer head-nya aja sama dengan inkjet printer! Warna yang digunakan juga CMYK (cyan, magenta, yellow, key/black), plus ada nozzle untuk tinta dasar warna putih kalau akan mencetak diatas permukaan yang berwarna gelap, dan ini juga menggunakan tinta, bukan cet.

DirectPrint_VTP_26

(Sumber: Airbus)

Ini benar² printer yang besar. Ruang geraknya adalah 7 meter dikali 7 meter, dengan ruang gerak kedalaman hingga 450 milimeter untuk mengikuti kontur ekor pesawat. Cara kerjanya juga sama dengan inkjet biasa dimana printer headnya maju mundur dari baris ke baris. Cukup sederhana bukan?

Pengguna Pertama Direct Printing
TCook_HR_

Hasil Direct Printing ekor A321 Thomas Cook (Sumber: Airbus)

Di bulan Maret 2016, Thomas Cook Airlines menerima pesawat pertama mereka yang menggunakan metode direct printing ini. Direct printing digunakan di bagian kuning ekornya yang sebelumnya menggunakan stiker dan Thomas Cook dikabarkan cukup banyak mengeluh mengenai stikernya.

TCook_HR

(Sumber: Airbus)

Tinta yang digunakan untuk direct printing ini beratnya 3 kilogram lebih ringan dari stiker yang digunakan, dan hanya menggunakan ½ liter tinta. Untuk printing gambar sebesar 1 ekor A320, anda butuh sekitar 1.2 sampai 1.5 liter tinta, dan ini jauh lebih sedikit dibanding cet yang diperlukan dengan metode tradisional. Jelas, direct printing ini adalah inovasi baru yang ramah lingkungan dan memberikan banyak kebebasan dalam design yang bisa pasang di ekor pesawat.

Seharusnya Frontier Airlines sih cepat2 pindah dari stiker ke direct printing, namun pada Innovation Days tersebut, Ralph Mauer tidak mau berkomentar apakah Frontier atau TransAsia atau American Airlines akan pindah ke metode direct printing (atau mungkin waktu itu saya sedang tidak mendengarkan presentasi Ralph Mauer karena sudah tidak sabar menunggu makan siang!).

Masa Depan Direct Printing

Jika direct printing bisa digunakan tanpa batas oleh pabrik² pesawat, Special Liveries yang diadakan oleh maskapai dari waktu ke waktu bisa menjadi hal yang biasa kalaupabrik melakukan ini:

FuturePrint

Inilah visi masa depan Direct Printing yang dipikirkan Airbus dimana kulit pesawat langsung di print selagi proses di assembly line dengan Direct Printer yang bisa mengelilingi 1 badan pesawat. Namun itu masih jauh di masa depan, saya perkirakan kapasitas produksi Direct Printing ekor 320 akan ditingkatkan dalam waktu dekat lalu kemudian diterapkan di A330neo dan A350, setelah itu baru Airbus akan memikirkan penggunaan direct printing untuk badan pesawat.

Setelah direct printing diterapkan di badan pesawat, saya rasa kita akan masuk ke era baru dengan design2 revolusioner untuk livery dan colour scheme pesawat dan kita akan disuguhi dengan lukisan² indah di langit, atau dengan lukisan² yang bikin sakit mata.

BraniffDC8Calder

DC-8 ini lukisan indah atau lukisan bikin sakit mata? (Sumber: RuthAS/CC/FU)

OK… QUIZ TIME!
Pertanyaanya:

Sewaktu Airbus Innovation days, kami diberi tur fasilitas Airbus termasuk assembly line A320 family yang berada di Hamburg, dan ada Airbus A321 ini. Untuk siapakah A321 ini?

GreyTailA321

A321 berekor abu-abu (Sumber: Dok. Pribadi)

Silahkan kirim jawabannya berupa nama operator/maskapai, sebagai komentar di artikel ini atau di posting topik ini di Facebook Page GerryAirways. Kuis ini akan ditutup pada akhir tanggal 12 Agustus 2016. Pemenang akan dipilih Maverick Indonesia dari semua entry jawaban yang benar. Oh ya, hadiahnya?

AirbusGoodieBagPrize

1 Goodie Bag Airbus plus 1 model aircraft hasil 3-D printing dari Airbus (tidak ada foto).

Hint: Maskapai/operatornya ada di artikel ini dalam bentuk gambar atau tertulis.

Peraturan Kuis:
  1. Jawaban dikirim ke komentar topik ini atau posting terkait topik ini di halaman GerryAirways di Facebook.
  2. Hanya 1 entry per orang. Jika ada lebih dari 1 entry per orang maka jawaban pertamanya yang akan diterima.
  3. Kuis ditutup pada 12 Agustus 2016 pukul 23:59WIB.
  4. Pemenang akan dipilih oleh mitra Airbus untuk kuis ini, Maverick Indonesia.
  5. Hadiah akan dikirim oleh Maverick Indonesia ke alamat pemenang di Indonesia.