Para pemegang saham Garuda Indonesia (GIAA) tahun ini bisa bersenyum lebar. Harga saham maskapai ini jatuh ke nilai terendah salam sejarahnya pada akhir tahun 2015 yang sempat menyentuh angka dibawah Rp. 300 per lembar saham. Namun harga di akhir Mei 2016 adalah Rp. 510 per lembar saham, atau naik 70% dari awal tahun.

GA-SharePrice_2016

Banyak faktor yang menghasilkan melonjaknya harga saham, salah satu diantaranya adalah strategi financial turnaround yang dilakukan oleh manajemen pimpinan Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo, yang fokus terhadap profitability dan cost control, dan bukan ekspansi atau rute² gengsi. Selain itu juga sentimen pasar modal dengan kondisi industri airline dalam negeri Indonesia juga menjadi faktor. Dibanding maskapai² lain, Garuda relatif luput dari berita buruk dan juga sorotan regulator yang sepertinya sedang gencar mengejar Air Asia group dan Lion Air group, sehingga pasar modal melihat Garuda Indonesia sebagai safe bet di sektor ini.

Namun saya sedikit kaget ketika melihat newspiece yang satu ini:

Saya tidak bisa menyalahkan tendency presenternya menggunakan alasan gejolak didalam Lion Air sebagai pemicu kenaikan saham Garuda, namun kalau kita lihat dari trend harga yang di post diatas, pada bulan Mei merupakan turnaround dari fase profit-taking investor jangka pendek saham Garuda, karena harga tertinggi dalam 12 bulan terakhir terjadi di 13 April pada harga Rp. 565 per saham. Namun ada hal yang sangat menjanggal bagi saya di newspiece tersebut.

Market Share-nya kok sepertinya ngawur yah?

Presenternya memperlihatkan bahwa market share domestik Garuda di tahun 2014 adalah 37% dan Lion adalah 41% dan berubah besar menjadi 45% untuk Garuda dan 34% untuk Lion Air di tahun 2015. WOW! Data yang tertera di newspiece tersebut sebagai berasal dari Bareksa.com ini kok sepertinya, salah yah?

GA-Share_2016

Data yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan untuk jumlah penumpang pada tahun 2015 memperlihatkan gambar yang sangat berbeda.

IndonesiaDomesticShare2016

Data terkini mengenai market share maskapai domestik berjadwal, 2015.

Sayang sekali penjelasan presenternya yang sangat energetik ini berdasarkan data yang menurut saya, salah. Lalu saya berpikir, kenapa kok sepertinya presenternya sangat mengelu-elukan Garuda disini? Apakah ada hubungannya dengan hubungan antara pemilik CNN Indonesia dengan Garuda Indonesia? Atau memang sekedar bagian sentimen negatif masyarakat terhadap Lion Air? Saya sangat menyayangkan bahwa media yang merupakan franchise dari media global ini kok bisa memperlihatkan data yang salah… kenapa?

Apapun jawabannya, 1 fakta kita tidak bisa pungkiri, bahwa pertumbuhan pasar domestik yang tahun kemarin hanyalah 0.17% menjadi keprihatinan kita semua di sektor penerbangan, dan khususnya bagi Garuda, PR bagi pak Arif Wibowo masih panjang, namun sebagian dari hasilnya sudah bisa kita lihat (misalnya, dari nilai laba bersih tahun 2015).