Tag Archives: kecelakaan

AMA_accident1

Cessna Caravan AMA hancur di Lolat, Yahukimo, Papua Barat

Pada pagi hari tanggal 14 Juni 2016, Sebuah pesawat Cessna 208B Caravan milik PT AMA (Associated Mission Aviation) beregistrasi PK-RKC hancur setelah mengalami kecelakaan pada saat melakukan pendaratan di Lolat, Kabupaten Yahukimo, Papua Barat. Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan ini namun 2 orang cedera.  Continue reading

RussianKnights-2

Seluruh Armada Sukhoi Su-27 Rusia Di Grounded Sementara

Menurut biro press Rusia, TASS, akibat jatuhnya pesawat Sukhoi Su-27 tim aerobatik Angkatan Udara Rusia, Russian Knights kemarin yang merengut nyawa pilotnya, Panglima Angkatan Udara Rusia, Kolonel-Jendral Viktor Bondarev telah memerintahkan agar seluruh armada Sukhoi Su-27 Rusia di grounded. Grounding ini berlaku hingga penyebab kecelakaan kemarin ditemukan.

Kementerian pertahanan Rusia mengkonfirmasi pesawat jatuh ketika tim aerobatik tersebut sedang kembali menuju pangkalan udara. 6 pesawat Russian Knights ikut serta dalam acara peresmian monumen penerbang Rusia di desa Anushkino, didekat Moskow, Kamis 9 Juni, dan hanya 5 pesawat yang kembali ke pangkalan udara. Pesawat yang jatuh ditemukan di tengah hutan sekitar 2 kilometer dari desa Muranovo dekat Anushkino.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yuri Borisov dan Panglima Angkatan Udara Viktor Bondarev hadir dalam acara tersebut.

© YTN (click for original)

MD-11F UPS gagal lepas landas di Seoul-Incheon

Pesawat MD-11F beregistrasi N277UP milik UPS yang sedang mengoperasikan penerbangan 5X61 keluar landasan 33L di Seoul Incheon (ICN/RKSI) pada 6 Juni setelah membatalkan take off pada kecepatan tinggi. Pesawat berhenti sekitar 200 meter dari ujung landasan dengan roda depan ambruk dan terlihat mesin mendapatkan kerusakan. Pesawat dikabarkan menabrak antena localizer ILS dan juga beberapa lampu landasan. Semua awak di pesawat (4) berhasil evakuasi melalui pintu kiri depan. Penyebab pembatalan take off belum diketahui.

© YTN (click image for original)
© YTN (click image for original)

NOTAM mengenai penutupan landasan karena kecelakaan tersebut:

Q) RKRR/QMRLC/IV/NBO/A/000/999/3727N12626E005
A) RKSI B) 1606061418 C) 1609061417
E) RWY 15R/33L CLSD DUE TO ACFT ACCIDENT
CREATED: 06 Jun 2016 14:19:00

© YTN (click for original)
© YTN (click for original)

Approach lights untuk Runway 15R kena kerusakan mengakibatkan NOTAM berikut:

A0856/16 NOTAMN
Q) RKRR/QLAAS/IV/NBO/A/000/999/3728N12626E005
A) RKSI B) 1606061814 C) 1606131500
E) RWY 15R ALS U/S DUE TO MAINT
CREATED: 06 Jun 2016 18:15:00
SOURCE: RKRRYNYX A0855/16 NOTAMN

ILS untuk Runway 15R/33L juga rusak mengakibatkan NOTAM berikut:

Q) RKRR/QICAS/I/NBO/A/000/999/3728N12626E005
A) RKSI B) 1606061429 C) 1608051500
E) ILS/DME RWY 15R/33L U/S DUE TO MAINT
CREATED: 06 Jun 2016 14:30:00
SOURCE: RKRRYNYX A0854/16 NOTAMN

Cuaca pada saat kejadian cukup bagus.

METAR RKSI 061400Z 36002KT 9000 SCT040 BKN120 20/14 Q1012 NOSIG=
METAR RKSI 061430Z 28003KT 250V320 9000 SCT040 BKN120 20/14 Q1012 NOSIG=

AV965-Turb4

A330 Avianca terkena turbulensi berat diatas Pegunungan Andes

Pesawat Airbus A330-200 beregistrasi N279AV yang dioperasikan Avianca sedang melakukan penerbangan dengan nomor AV965 dari Lima (LIM/SPJC) menuru Buenos Aires Ezeiza (EZE/SAEZ) pada tanggal 4 Juni 2016, ketika melalui turbulensi berat. Turbulensi tersebut mengakibatkan ketinggian pesawat di 41.000 kaki berfluktuasi -100/+150 kaki. Dilaporkan bahwa 23 penumpang dan awak kabin mengalami cedera.

Berikut foto² dari penerbangan tersebut yang tersebar di media sosial:

AV965-Turb1
Bekas darah di cabin crew jumpseat akibat cedera yang dialami awak kabin
AV965-Turb2
Penyoknya cabin ceiling panel ini diduga akibat terkena 1 – 2 orang (kemungkinan awak kabin) ketika turbulensi kejadian.
AV965-Turb4
2 awak kabin Avianca yang cedera akibat kejadian turbulensi berat diberikan neck-restraint sambil menunggu pesawat menuju Buenos Aires.
AV965-Turb5
Salah satu penumpang yang cedera.
AV965-Turb6
Galley belakang pesawat-pun berantakan akibat turbulensi berat yang dialami.
MH1-Turb2

A380 Malaysia Airlines terkena turbulensi berat

Pesawat Airbus A380 Malaysia Airlines dengan registrasi 9M-MNF yang sedang melakukan penerbangan nomor MH1 dari London Heathrow (LHR/EGLL) ke Kuala Lumpur (KUL/WMKK) dengan 378 penumpang terkena turbulensi berat diatas Teluk Bengal sekitar pukul 0800UTC tanggal 5 Juni (pesawat berangkat pada 4 Juni dari LHR). Dilaporkan antara 4 hingga 34 penumpang dan 6 awak kabin cedera akibat turbulensi tersebut. Beberapa awak kabin dan penumpang memerlukan bantuan medis saat tiba di Kuala Lumpur.

Menurut keterangan yang diberikan oleh maskapai, tanda mengenakan sabuk pengaman sedang dinyalakan pada saat kejadian karena pesawat sedang melalui cuaca dan turbulensi ringan hingga sedang. Meskipun turbulensi beratnya hanya terjadi dalam beberapa saat, berikut foto² dari penerbangan tersebut yang beredar di media sosial.

MH1-Turb1
Kondisi kabin pesawat setelah kejadian turbulensi berat.
MH1-Turb2
Galley trolley inipun tidak luput dari kerusakan. Bayangkan jika trolley ini melayang dan mengenakan orang pada saat turbulensi berat.
MH1-Turb3
Indentasi bekas kepala penumpang di overhead panel.
MH1-Turb4
Meal Tray-pun ada yang lepas. Kemungkinan penumpang di kursi tersebut berpegangan erat dan tidak mengenakan sabuk pengaman ketika turbulensi berat terjadi
PK-ICC-1

Cessna Grand Caravan PK-ICC keluar landasan di Ilaga

 

Pesawat Cessna Grand Caravan beregistrasi PK-ICC yang dioperasikan oleh Pegasus keluar landasan saat mendarat di Ilaga. Tidak ada yang cedera dalam kejadian ini. Cuaca pada saat kejadian (1202WIT / 0302UTC) dilaporkan angin dari timur dengan kecepatan sekitar 5 knot (berdasarkan pengamatan wind sock) dengan jarak pandang 5 – 7 kilometer dan dasar awan pada 12000 kaki.

Penerbangan berasal dari Timika (TIM/WAYY) dan pendaratan dilakukan di Ilaga (ILA/WAYL) di runway 25. Landasan tersebut panjangnya 600 meter dan threshold runway 25 berada di ketinggian 7903 kaki diatas permukaan laut, dan threshold runway 07 berada di ketinggian 7985 kaki diatas permukaan laut.

PK-UAF-Wreck

Helikopter Bell 206 PK-UAF jatuh di daerah Nabire

Pesawat helikopter Bell B206 dengan registrasi PK-UAF jatuh ketika melakukan approach ke landing site Ciriwo99, daerah Nabire, Papua Barat, Indonesia. Penerbang dikabarkan tewas sedangkan 3 penumpang dalam keadaan kritis dan semua sudah dievakuasi ke Nabire. Belum ada informasi lanjut mengenai kemungkinan² penyebab kecelakaan dan investigasi kecelakaan akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

PK-UAF-Wreck

SU-GCC-1

MS804: Tuduhan vs Bukti mengenai 3x mendarat darurat 24 jam sebelum jatuh

Setelah seminggu kabur dari urusan kecelakaan MS804, saya sedikit jengkel ketika membaca tuduhan² yang menurut saya cukup aneh-bin-ajaib. Salah satu tuduhan tersebut adalah pesawat yang nahas tersebut mengalami 3 kali pendaratan darurat dalam 24 jam terakhir sebelum akhirnya jatuh. Tragisnya, salah satu koran terkemuka didunia memuat berita mengenai tuduhan tersebut:

The doomed EgyptAir plane that plunged into the Mediterranean last month with the loss of 66 lives was forced three times to turn around after taking off and return to three different airports in the 24 hours preceding the crash, reports say.

The Airbus A320’s warning systems signalled anomalies on board three times during the plane’s six rotations – between Asmara in Eritrea, Cairo, and Tunis – in the 24 hours before it disappeared on its final flight, according to French media.

But each time when it returned to the airport it had just taken off from, it was quickly allowed to leave again after inspectors carried out a technical audit and found nothing amiss, the reports said.

Kalau informasi ini benar pertanyaannya adalah bagaimana ratusan bahkan ribuan airplane geeks di dunia yang mengamati semua aspek kecelakaan ini serta investigasinya bisa tidak mengetahui hal ini? Jangan lupa bahwa bukti mengenai pergerakan dan jadwal pesawat bisa diakses dari sumber independen. Jika pesawat tersebut mengalami 3 masalah yang mengharuskan pesawat tersebut kembali ke bandara asal, tentu hal tersebut akan ada jejak rekamnya.

Bukti
MS804-24HrsNoProblem
Rekaman pergerakan pesawat di situs Flightradar24

Berdasarkan informasi diatas, pesawat tidak mengalami delay yang berarti dalam 24 jam terakhir sebelum jatuh. Bahkan ada 1 penerbangan yang pendaratannya 15 menit lebih awal. Ini tidak konsisten dengan tuduhan terjadinya 3x RTB (return-to-base, atau mendarat ke bandara asal). ini bukanlah informasi rahasia, ini informasi yang dapat diakses umum dan informasi yang tertera tidak membutuhkan proses pencernaan informasi yang banyak untuk menyimpulkan bahwa tuduhan tersebut adalah tidak benar. Namun kalau anda tetap ingin mendapatkan statement resmi, simak yang berikut:

“For me it is not true,” Safwat Musallam said on the sidelines of the International Air Transport Association (IATA) annual meeting in Dublin.

Sepertinya tuduhan ini merupakan upaya terkini dari oknum² pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Mesir dengan kecelakaan ini. Secara pribadi, saya tidak peduli apakah pihak yang berwenang di Mesir bisa dipercaya atau tidak, karena masih ada data² dari sumber² independen, dan bilamana kita tidak percaya kepada pihak pemerintah Mesir (ya, kita tahu bahwa mereka sedang berupaya keras menjaga citra negara mereka demi mempertahankan industri pariwisata mereka), kita juga harus fair. Khusus mengenai komisaris utama Egyptair, Safwat Mussalam, saya rasa dia tidak berbohong di kutipan diatas.

EgyptAir-Logo

Pesawat Egyptair dari Paris ke Kairo hilang

 

Egyptair telah mengkonfirmasi bahwa salah satu pesawatnya hilang. Penerbangan nomor MS804 dari Paris Charles de Gaulle ke Kairo hilang dari pantauan radar sekitar 10 nautical mile setelah memasuki airspace Mesir sekitar pukul 0230 waktu setempat. Pesawat yang digunakan adalah pesawat Airbus A320 dengan registrasi SU-GCC yang merupakan pesawat A320 ke 2088, terbang pertama pada 25 Juli 2003 dan diserah-terima ke Egyptair pada 3 November 2003. Dilaporkan ada 58 penumpang dan 10 awak didalam pesawat yang dijadwalkan mendarat 3 jam yang lalu. Pihak Egyptair telah mengeluarkan beberapa pernyataan resmi dan Search and Rescue dimobilisasi oleh pihak pemerintah Mesir pagi ini.

MS804-1
Replay rekaman ADS-B penerbangan di situs FlightRadar24

 

1425451442

Pesawat Turkish Airlines keluar runway di Kathmandu Nepal

Pesawat Airbus A330 Turkish Airlines keluar dari landasan ketika mendarat di Bandara Tribuvan Kathmandu, Nepal. Pesawat keluar landasan 02 ke sebelah kiri dan berhenti diantara landasan pacu dan taxiway.

VNKT-Basic
Diagram sederhana mengenai approach RNP-AR runway 02 Katmandhu (Sumber: pribadi)

Berdasarkan data ADS-B dari Flightradar24:

  • Pesawat yang terlibat adalah TC-JOC, sebuah A330-300 yang berusia kurang dari 1 tahun.
  • Pesawat memulai holding di SIMRA pada pukul 0028 di ketinggian FL210
  • Pesawat turun selagi holding di SIMRA mulai pukul 0106UTC
  • Pesawat keluar dari holding dan melewati SIMRA kembali pada ketinggiian 10,500 kaki pada pukul 0114UTC.
  • Pesawat mulai melakukan RNP-AR approach untuk runway 02, dan melewati RATAN pada pukul 0118UTC.
  • Pesawat turun ke ketinggian 4700 kali dengan groundspeed 147 knots pada pukul 0126UTC dan membatalkan pendekatan mengikuti prosedur missed approach yang sesuai. Minimum Descent Altitude untuk approach ini adalah 4670 kaki.
  • Pesawat sepertinya sempat holding di MANRI, sebelum kembali mencoba melakukan approach.
  • Pesawat memulai approach keduanya dan melewati RATAN pada pukul 0150UTC.
  • Rekaman ADS-B terakhir sebelum mendarat berada pada ketinggian 4425 kaki dengan groundspeed 152 knots, pada pukuk 0158. Pesawat tercatat mendarat pada pukul 0159 (ketinggian bandara 4395 kaki).
  • Waktu dari awal holding di SIMRA hingga pesawat mendarat adalah sekitar 1 jam dan 31 menit.

Cuaca sepertinya berkabut. Berdasarkan foto² yang diambil pada saat evakuasi, jarak pandang sepertinya jauh dibawah yang dibutuhkan untuk RNP-AR approach untuk runway 02 yaitu 1500 meter untuk pesawat CAT D.

1425451442
Jarak pandang yang minim pada waktu evakuasi menunjukkan pesawat kemungkinan medarat dibawah syarat jarak panang minimum. (Sumber: Tidak diketahui)

Video yang diambil pada saat evakuasi memperlihatkan pesawat sudah hampir tidak kelihatan ketika pengambil gambar berada di taxiway, sedangkan jarak dari tengah taxiway ke tengah runway adalah sekitar 105 meter.

1 penumpang dilaporkan cedera.

Bandara Kathmandu ditutup untuk semua penerbangan hingga pukul 1600 waktu setempat (1015UTC).

Meskipun masih sangat awal dalam tahap investigasi, otorita penerbangan sipil Nepal sudah mulai memberikan keterangan bahwa pesawat harus/terpaksa mendarat, yang kemungkinan diartikan bahwa pesawat sudah hampi kehabisan bahan bakar mengingat pesawat mendarat 1 jam 31 menit setelah mulai holding. Untuk kepastiannya, mari kita tunggu pengumuman resminya.