Saya harap ini merupakan bagian terakhir dari seri artikel mengenai FBW QZ8501 mencangkup FBW, pemeliharaan Flight Control System dan prosedur pilot.

Bagian² sebelumnya:

  1. QZ8501: FBW Bag. 1 – Komputer² A320
  2. QZ8501: FBW Bag 2 – FAC dan Maintenance

Saya merasa terganggu dengan kabar di sebuah media global bahwa ada bocoran informasi dari sumber yang dekan dengan investigasi namun tidak mau diidentifikasi, bahwa pada saat kejadian pilot mungkin mematikan Flight Augmentation Computer (FAC), dan media tersebut juga mengutip bahwa “Airbus – pabrik pembuat pesawat – tidak menyarankan pilot² memutuskan aliran tenaga ke sebuah sistim karena akan mempengaruhi kinerja komponen² lain” dan mengutip salah satu pakar keselamatan yang mengatakan, “terutama di pesawat Airbus, anda jangan melakukan itu”, karena cara artikel tersebut ditulis sangat beresiko untuk disalah artikan dan dapat mengakibatkan penggiringan opini pembaca untuk memvonis secara tidak adil bahwa pilot salah. Namun saya juga bisa mengerti bahwa pakar keselamatan tersebut mungkin tidak diberi konteks pertanyaan yang tepat sehingga jawabannya bisa menjadi tidak tepat.

Saya menulis artikel ini karena bilamana pesawat sedang mengalami masalah dengan FAC, prosedur Airbus malah menginstruksikan awak pesawat untuk me-reset FAC. Jadi, mari kita mulai dengan melihat beberapa dari fault yang mungkin terjadi di pesawat tersebut di hari nahas tersebut.

AUTO FLT RUD TRV LIM 1 (2)

Ini masalah yang dilaporkan oleh salah satu media lokal terjadi di pesawat pada 12-19 Desember. Pada saat ini terjadi, layar monitor Electronic Centralized Aircraft Monitor (ECAM) pesawat seharusnya memperlihatkan yang berikut:

AUTO_FLT_RTL12

Tidak ada aksi yang harus dilakukan, dan sesuai manual pesawat mengenai Fligth Control Law Reconfiguration, pesawat akan tetap berada di hukum kendali Normal Law dan Autopilot akan tetap berfungsi jika salah satu dari rudder travel limiter rusak atau tidak berfungsi.

AUTO FLT RUD TRV LIM SYS

Bila kedua-dua Rudder Travel Limiter rusak, atau FAC mendeteksi adanya fault dalam sistim rudder travel limiter secara menyeluruh, maka sistim pesawat akan memberikan peringatan fault dan awak pesawat akan melihat yang berikut ini di layar monitor ECAM:

AUTO_FLT_RTL_SYS

Fault ini akan menghentikan semua fungsi rudder travel limiter (maka awak pesawat diingatkan untuk berhati-hati menggunakan rudder untuk kecepatan diatas 160 knots), dan prosedur yang harus dilakukan meminta crew untuk satu per satu me-reset kedua FAC yang ada dipesawat.

FAC 1 (2) FAULT

Bagaimana bila  malah FAC anda yang rusak? Anda tentunya tidak mau terbang tergantung dengan sebuah FAC yang rusak bukan? Ini prosedurnya bilamana situasi tersebut terjadi:

AUTO_FLT_FAC12

Tentunya, penerbangan akan lebih aman bila tidak tergantung pada sebuah komputer yang rusak. Matikan saja bila tidak bisa di-reset.

AUTO FLT FAC 1 + 2 FAULT: Ketika semua FAC anda rusak!

Pertama, anda akan mendengar dan melihat Autopilot pesawat berhenti berfungsi, dan hukum kendali pesawat akan pindah dari Normal Law ke Alternate Law sesuai diagram berikut:

320-FBW-4

Kegagalan pada kedua FAC menghasilkan Autopilot tidak bisa berfungsi dan rekonfigurasi ke Alternate Law. (Sumber: Airbus)

Lalu, lakukan prosedur berikut:

AUTO_FLT_FAC_BOTH

Prosedur menginstruksikan agar masing² FAC di reset dengan dimatikan lalu dinyalakan kembali. Bilamana reset tersebut gagal untuk menghilangkan fault / kerusakan, maka matikan kedua FAC tersebutBila kedua FAC dimatikan, hukum kendali pesawat akan menjadi Alternate Law with no protection, dan autopilot tetap akan tidak bisa difungsikan sebelum masalah ditindak lanjuti setelah mendarat.

Bagaimana bilamana mereka dihadapi dengan yaw damper failure?

Hukum kendali pesawat akan pindah ke Alternate Law sesuai dengan diagram rekonfigurasi hukum kendali, dan kedua FAC masing² harus di-reset. Detil prosedurnya tidak saya muat disini karena sangat mirip dengan prosedur dual FAC fault yang tertera diatas.

Jadi, apa yang kita ketahui mengenai kejadian ini?

  • KNKT dan/atau anggota² KNKT telah mengatakan bahwa stall warning pesawat terdengar menyala. Artinya, pesawat sudah tidak berada di bawah hukum kendali Normal Law.
  • Apa yang menyebabkan pesawat pindah ke ALTERNATE LAW, kemungkinannya antara lain:
    1. Kegagalan pada Yaw Damper system, ini akan mengakibatkan pesawat rekonfigurasi ke Alternate Law.
    2. FAC 1 AND 2 FAULT. Ini akan mengakibatkan pesawat rekonfigurasi ke Alternate Law, dan membutuhkan masing² FAC untuk di-reset secara berurutan, dan bila reset gagal menyelesaikan masalah, maka FAC harus dimatikan hingga pesawat mendarat.
    3. Kedua FAC di-reset secara bersamaan secara tidak sengaja oleh para pilot, ini akan mengakibatkan pesawat rekonfigurasi ke Alternate Law.
  • Salah satu sumber di tim investigasi pernah menyatakan ke media bahwa kedua FAC sempat mati, namun detil informasi ini masih terlalu ambigu pada saat ini. Tidak ada informasi mengenai kapan di kejadian nahas ini kedua FAC dimatikan.

Kita seharusnya sangat berhati-hati ketika menafsir informasi bocoran dan informasi yang tidak lengkap, tidak buru² mengambil kesimpulan, dan kita jangan masuk ke perangkap penggiringan persepsi dan opini yang bisa secara tidak sadar terjadi ketika hal² seperti ini diungkapkan sedikit demi sedikit.

Saya pribadi percaya bahwa kebenaran akan diungkapkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi, pada waktunya.