Kejadiannya berurutan tiga

Anda tahu pertanyaan, “apakah hal² buruk seperti kecelakaan pesawat terjadi tiga kali berurutan dalam waktu dekat?” Saya pribadi sih tidak percaya ini hingga Jumat kemarin (7 November 2014), dimana terjadi 3 kecelakaan yang cukup unik (untuk saya). Padah hari itu:

  1. Lion Air Boeing 737-900ER PK-LFP di Balikpapan. Elevator kanan dan stabilizer kanan pesawat tertabrak tangga yang sedang ditarik. Tidak ada korban jiwa maupun cedera.
  2. Ariana Afghan Airlines 737-400 YA-PIE in Kabul. Roda kanan pesawat melipat/anjlok ketika melakukan pendaratan. Tidak ada korban jiwa maupun cedera.
  3. Air Canada Express (Jazz) Dash-8-Q400 C-GGBF. Roda kanan pesawat melipat/masuk pada saat akhir pendaratan. Tidak ada korban jiwa namun 3 korban cedera.

Tentunya, satu hari ini bisa dianggap cukup unik dengan 3 kecelakaan yang menyangkut “sisi kanan pesawat”, dimana 2 diantaranya dikarenakan roda melipat/masuk… namun apakah ada kebenaran dibalik pertanyaan tersebut?

Ternyata, sejak tahun 1996, setiap tahunnya ada 3 kecelakaan pesawat yang fatal yang terpisah kurang dari 10 hari, kecuali tahun 2007 dan 2009 (dimana 2007 terjadi 3 kecelakaan non-fatal melibatkan tipe pesawat yang sama dalam waktu kurang dari 10 hari).

Kecelakaan² fatal yang terkenal juga ada yang merupakan bagian dari “3 kecelakaan beruntun”, yaitu kasus Swissair 111, Concorde, Comair di Lexington, dan Spanair di Madrid. Namun penyebab kejadian² ini tidaklah berhubungan (kecuali dimana diakibatkan oleh cuaca).

Jadi sekarang kita bisa bilang dengan pasti, bahwa kecelakaan pesawat memang terjadi 3 kejadian berurutan, bahkan 4, hingga 5… untungnya belum ada kejadian 6 berurutan atau lebih.

Comments through Facebook

Leave a Reply